Koinaka

Beberapa minggu yang lalu, saya sempat sangat kehilangan arah untuk menghabiskan waktu liburan di rumah. Apalagi kalau segala pekerjaan rumah sudah rampung, jadilah hasil-hasil downloadan dari jaman kapan dibuka dan dicek lagi. Akhirnya, saya ingat kisah cinta segitiga yang sempet bikin baper tempo hari walau kisahnya hanya saya skip-skip ga jelas. Jadi inilah, Koinaka.

Drama ini berkisah tentang dua orang teman masa kecil yang terus bersama hingga SMA di Toyama, Serizawa Akari dan Miura Aoi. Awalnya memang kisah sekilas soal persahabatan mereka hingga seorang siswa pindahan dari Tokyo datang bernama Aoi Shota. Prolog dari drama ini sedikit unik, karena diperlihatkan Akari sedang menunggu mempelai pria di depan altar gereja sampai seseorang masuk dan berkatan, “Aoi-san datang terlambat ya?”. Intinya, prolog ini membuat kita bertanya-tanya karena dua pemeran laki-laki di drama ini memiliki nama ‘Aoi’.

Meskipun sejujurnya saya kurang suka dengan akting Tsubasa Honda sebagai Akari di sini, tapi mau tidak mau saya tenggelam juga dengan kisah segitiga dari Koinaka ini. Mungkin poin bapernya terletak pada bagaimana Miura Aoi dan Akari berusaha memperbaiki hubungan persahabatan mereka yang sempat putus selama 7 tahun, karena Akari menghilang tanpa kabar. Lalu kemudian tiba-tiba ia hadir di depan sahabatnya, bersama Aoi Shota yang mengumumkan bahwa mereka berdua telah berpacaran selama sekian tahun. Oh sebenarnya mungkin peran Nomura Shuhei di sini sebagai penikung, tapi jujur saya paling jatuh cinta sama dia di sini dibanding ke pemeran utamanya, Fukushi Sota.

Hal yang juga jadi poin plus buat saya adalah bagaimana Akari dan Miura Aoi berusaha keras untuk mencapai mimpi mereka masing-masing. Aoi Shota di sini dikisahkan sudah mapan dengan pekerjaannya sebagai dokter yang membuatnya lebih siap untuk bersama Akari daripada Miura. Selain mereka bertiga, ada salah seorang teman mereka yang berusaha memperbaiki hubungan aneh di antara mereka dan juga seorang adik dari Miura, teman-teman satu kantor Miura dan juga seorang teman Akari.

Terdapat konflik keluarga pada Akari, sementara konflik ini diperburuk sedikit oleh tingkah Shota yang sebenarnya menginginkan kebahagiaan untuk Akari. Dan di banyak sisi, kedua laki-laki ini memang memiliki poin plus dan minusnya masing-masing, jadi mau ngga mau kalau saya jadi Akari juga bingung harus milih yang mana, hehehe. Saya pribadi senang dengan konflik pekerjaan Miura sebagai rookie dalam bidang arsitektur yang sudah jadi mimpinya sejak kecil. Kelelahan, habis ide, konflik kantor, bahkan konflik dengan mantan pacarnya. Intinya, bikin baper semuanya walau saya hanya satu dua kali menangis.

Ketika sampai di akhir episode, saya juga tidak bisa memutuskan sebaiknya Akari dengan siapa atau bagaimana, tetapi kedua-duanya adalah pilihan yang baik. Mungkin klasik, tapi saya selalu jatuh cinta dengan drama atau movie yang mengakhiri kisah dengan kedua pemeran utama menikah seperti drama ini, entah dengan siapa. Selain itu, ada banyak shoot kembang api yang cantik karena musim panas menjadi salah satu topik dalam drama ini.

Pelajarannya, “Jika kita mencintai seseorang, akan lebih baik kita mengatakannya. Jujur padanya saat ini, akan lebih baik daripada menyesalinya di kemudian hari. Penting juga untuk memilih seorang pendamping hidup yang akan selalu mengingatkanmu pada mimpimu, dan membuatmu bekerja keras karenanya.” Tetapi sayangnya, saya tidak sedang jatuh hati pada siapa pun, jadi yaaaa mungkin kalau nanti saya suka seseorang, bakal langsung saya ajak nikah. /lah?

Saya tidak pantas untuk memberi rating, tapi buat saya pribadi, kisah ini 8.5 dari 10. Mungkin saya banyak menonton drama Korea yang latar belakangnya kisah cinta segitiga, tetapi mungkin tidak ‘pure’ dan banyak embel-embel harta dan kekayaannya yang mana di drama ini hampir tidak ditonjolkan walaupun Shota ‘berada’. Jadinya, lebih mengena dan lebih dekat dengan kita sehari-hari. Disarankan anak SMP tidak menonton, dan berhubung tidak ada adegan yang ‘dewasa’, saya pikir drama ini cukup ‘aman’, ehehehe.

Mungkin sedikit ada feel serial “Reply” di drama ini, tapi dalam tataran yang lebih simple dan tidak banyak bolak-balik juga. Kita menebak siapa suaminya, tetapi tidak sampai jungkir balik saking kecewa sama endingnya bak Reply 1988. Oke? Oke, kalau ada pertanyaan tanyakan sajaa.

Rantau, 17 Juli 2016

Saya harus balik ke Banjarmasin lagi~~~

Advertisements